Beberapa Obat Herbal Atasi Sakit Gigi

Sakit gigi itu memang lah sangat mengganggu. Pasalnya rasa nyeri yang dirasakan itu membuat tidak nyaman, makan jadi sulit dan tubuh pun akan menjadi lemas. Sakit gigi itu terjadi dikarenakan beberapa faktor. Contohnya itu seperti, jarang menyikat gigi ketika malam hari ataupun setelah makan, terlalu sering mengonsumsi makanan yang manis dan lain sebagainya. Nah jika Anda sedang alami sakit gigi saat ini dan merasa kegiatan sehari-harinya menjadi terganggu, maka berikut ada beberapa jenis obat tradisional yang bisa dipilih untuk atasi sakit gigi.
Sejumlah Ramuan Herbal Atasi Sakit Gigi

Padahal, perkembangan obat-obatan herbal dan kimia semakin pesat. Seolah saling bersaing, keduanya berusaha menjawab kebutuhan masyarakat global. Jika Anda kesakitan, Anda dapat memilih suplemen organik dan sintetis.

Obat kimiawi bisa menjadi pilihan untuk mengatasi rasa sakit yang Anda alami. Misalnya ibuprofen untuk sakit kepala, pereda nyeri untuk masuk angin, antihistamin untuk alergi, dan obat buatan lain yang digunakan untuk mengobati berbagai penyakit.

Suplemen herbal juga tidak kalah populer. Banyak orang menggunakan ginkgo biloba untuk meningkatkan daya ingat, suplemen bawang putih untuk menstabilkan tekanan darah, melatonin untuk meningkatkan kualitas tidur, dan suplemen minyak ikan untuk meningkatkan kesehatan jantung.

Jadi benarkah jamu lebih baik dari pada obat kimia?

Sadarilah manfaat dan risiko efek samping obat herbal
Meskipun diketahui memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, tidak semua jenis jamu aman dikonsumsi. Tak hanya itu, ternyata tidak semua orang bisa mengonsumsi obat herbal. Ada berbagai kondisi medis yang mungkin tidak cocok dengan ramuan obat jenis ini. Misalnya rasa terlalu asam atau terlalu pahit. Perdagangan produk jamu tidak diatur secara ketat oleh otoritas yang bertanggung jawab dalam hal ini BPOM.

Sebenarnya tidak ada salahnya minum obat herbal. Namun, untuk amannya, konsumsilah produk yang sudah teruji secara ilmiah sebelumnya. Obat herbal harus melalui sejumlah studi klinis sebelum dinyatakan aman dikonsumsi. Obat herbal juga harus lulus uji untuk dosis, efektivitas, metode penggunaan, dan efek yang dapat terjadi dari interaksi dengan senyawa lain saat masuk ke dalam tubuh.

Dengan diluncurkannya situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKES RI), konsumsi jamu seperti yang sudah dirubah menjadi jamu memang sangat baik. Namun satu hal yang perlu diperhatikan: konsumsi jamu atau obat-obatan herbal sebaiknya http://menilainyasayang.mobie.in/ hanya digunakan untuk pencegahan penyakit. Dengan kata lain, konsumsi jamu hanya dimaksudkan untuk menjaga kesehatan tubuh, bukan menyembuhkan penyakit. Selain itu, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat alami jenis ini.

Selalu perhatikan jenis tanaman atau jamu yang sedang dikonsumsi untuk menghindari efek samping yang berbahaya. Karena tidak menutup kemungkinan seseorang alergi atau tidak cocok dengan jenis jamu tertentu dan bisa menimbulkan efek seperti sakit perut.

Alih-alih sehat, pemilihan jamu yang salah bisa membuat tubuh merasa tidak nyaman. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa mengkonsumsi obat herbal dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan seseorang. Minum herbal secara rutin dapat membantu merevitalisasi tubuh agar menjadi lebih sehat. Sebelum menjalani pengobatan herbal, pastikan Anda selalu mengetahui kesehatan tubuh.

Perbedaan Antara Pengobatan Herbal dan Pengobatan Kimia
Tumbuhan, buah-buahan, bunga dan akar merupakan beberapa bahan dasar yang telah lama digunakan sebagai bahan campuran jamu. Dipercaya bahwa obat yang berasal dari alam hampir tidak memiliki efek samping dan dianggap lebih kuat daripada obat kimia.

Namun, baik obat herbal maupun obat kimia menggunakan bahan yang berasal dari tumbuhan. Jadi anggapan bahwa suplemen makanan sintetis tidak menggunakan bahan herbal adalah salah.

Tahukah Anda bahwa aspirin, digoxin dan morfin merupakan produk obat yang bahannya berasal dari tumbuhan? Apa Perbedaan Mendasar Antara Pengobatan Herbal dan Obat Kimia di Pasar?

Ramuan yang pertama itu adalah garam. Cara penggunaannya itu, Anda hanya perlu melarutkan garam ke dalam gelas yang sudah terisi dengan air hangat. Setelah semua garamnya mencair, maka Anda bisa langsung menggunakannya dengan cara berkumur. Garam sudah terbukti cepat dalam atasi sakit gigi. Pasalnya di dalam garam itu terdapat komponen klorida dan juga natrium. Kedua komponen tersebut berfungsi untuk membersihkan gigi serta meredakan rasa nyeri akibat sakit gigi. Ramuan kedua, jeruk nipis. Di dalam jeruk nipis itu terdapat kandungan asam sitrat yang bisa menghambat serta membunuh bakteri di dalam mulut. Nah untuk pemakaiannya, Anda harus memeras dahulu jeruk nipisnya, kemudian campurkan ke dalam gelas yang sudah diisi dengan air hangat. Setelah itu berkumur lah dengan air larutan perasan jeruk nipis tersebut.

Ramuan ketiga adalah daun sirih. Dari dulu daun sirih ini sudah sering digunakan sebagai ramuan untuk mengatasi sakit gigi. Di dalam daun sirih itu ada kandungan antiseptic yang bisa membasmi semua bakteri serta kuman dalam mulut. Cara pemakaiannya, Anda harus merebus daun sirih tersebut, kemudian air hasil rebusannya digunakan untuk berkumur setiap hari. Ramuan berikutnya itu adalah bawang merah.

Sama halnya dengan daun sirih, bawang merah pun terdapat kandungan antisepticnya dan senyawa allicin. Dengan begitu peradangan serta bakteri di dalam mulut pun bisa dibasmi dengan cepat. Cara penggunaannya, Anda harus hancurkan bawang merah hingga halus, kemudian oleskan di gigi yang sedang merasakan sakit dan diamkan beberapa saat.

Comments are closed.